HOME arrow PROFIL
Profil
logoaksiweb.jpg
Preview

AKSINEAS
SEKOLAH AKTING DENGAN 5 TEROBOSAN

AKSINEAS diprakarsai oleh Kardy Syaid (alumni IKJ Angkatan 1984 dan sutradara sejak 1992) pada April 2007, untuk mengantisipasi minimnya pemain film/sinetron yang punya dasar dan siap pakai. Banyak pemain yang memberanikan diri melamar atau ikut casting ke berbagai PH hanya dimodali tampang ganteng atau wajah cantik tanpa “skill” dan “basic” memadai atau hanya bermodalkan keberanian atau “bonek”. Akibatnya, banyak sutradara, asisten sutradara ataupun Pimpinan Produksi yang mengeluh disuguhi pemain yang rada “bodoh” dan buta ilmu akting. Bukti dapat dilihat, pemain “bonek” tersebut hanya satu atau dua kali saja tampil, setelah itu hilang tak tahu rimbanya.

Banyak juga calon pemain yang rela membeli peran kepada “calo akting” yang banyak berkeliaran dimana-mana, mencari nafkah dengan cara tercela. Mereka rela membeli peran dengan nilai jutaan bahkan belasan juta, agar bisa akting di depan kamera. Pemain pro harus mendapat “upah” dari hasil keringatnya, bukan harus membayar. Sangat disayangkan, calon pemain seperti itu hanya ingin “ngetop” dengan mental “karbitan” tanpa mau bersusah payah dengan mempersiapkan diri dengan ilmu akting yang cukup. Akting bukanlah sekedar hobi, tetapi adalah salah satu cabang kesenian yang bernilai “keilmuan” seperti profesi, dokter, insinyur, IT, guru, tentara dan sebagainya.

Pemain yang tidak punya bekal atau dasar ilmu akting, biasanya akan cepat dibuang karena mempersulit lancarnya produksi dan membuat biaya produksi membengkak karena “lelet & telmi-nya” sehingga sutradara harus melakukan “ratake” berkali-kali. Satu hari shooting yang seyogianya bisa menyelesaikan 8 halaman skenario (rata-rata 7-8 scene), tidak bisa dipenuhi, karena pemain tidak siap menghayati dan memainkan skenario secara benar dan sempurna.

Banyak sekolah/kursus/diklat akting di Jakarta atau dikota-kota besar Indonesia, hanya sekedar cari duit, yang pengajarnya yang biasanya satu atau dua orang saja dan tidak dibekali ilmu akting memadai, baik secara “akademis” ataupun “pengalaman sebagai sutradara film/sinetron”. Mereka tidak memahami kebutuhan seorang pemain film/sinetron, bagaimana seorang calon pemain dipersipan ketika ingin AKTING di depan kamera film. Mereka mengajarkan akting kepada orang hanya untuk cari makan, bukan karena “idealisme”

AKSINEAS ingin menyiapkan bibit unggul dalam bidang “ke-aktoran film” dengan membuat terobosan dalam menyiapkan calon aktor film yang memang dididik untuk akting di depan kamera “AKTING FOR CAMERA”, bukan “Acting For Stage.” Tidak tanggung-tanggung, AKSINEAS mengerahkan 22 orang sutradara film/sinetron yang telah berpengalaman belasan bahkan puluhan tahun menangani film atau sinetron. Setiap sutradara, ditugasi Aksineas mengajari satu cabang ilmu yang diperlukan oleh seorang calon pemain. Mereka adalah Slamet Rahardjo, Nurhadie Irawan, Irwan Siregar, Nurul M.Berry, Jeremias Nyangoen, Jose Rizal Manua, Viktor Hermanto, Kardy Syaid, Rudy Aryanto, Depi Herlambang, Eko Darwawan, Iwan Burnani Toni, Janaim Rachmat, Alkadri Johan, dll.

Setiap angkatan pendidikan, AKSINEAS mengemas 13 mata pelajaran dengan kualitas “akademi”, yang diperlukan oleh seorang calon aktor, antara lain: olah tubuh, olah vocal, Teknik Reading, blocking, imajinasi&konsentrasi, movement&improvisaisi,dasar-dasar sinematografi, teknik dasar akting, teknik casting, aksi & reaksi, analisa skenario & karakter, pengadeganan dan praktek shooting.

Kami yakin, belum ada sekolah akting yang mengerahkan pengajar sebanyak sutradara seperti di AKSINEAS. Siswa diberikan materi pelajara praktis, efektif dan begitu lengkap. Dengan bertatap muka dengan belasan sutradara yang juga masih aktif berproduksi di berbagai PH, merupakan kelebihan lain AKSINEAS. Dengan demikian, para siswa berkesempatan berkenalan langsung dengan sutradara atau boleh dikatakan “casting sambil belajar”. Artinya, jalan pekerjaan (jembatan network) setelah selesai mengikuti pendidikan kilat, akan lebih mudah. Di saping itu, AKSINEASdidirikan oleh PT. SUAKA KREASINEMA, sebuah PH yang eksis sejak 1992. Bagi lulusan AKSINEAS, juga disediakan wadah koperasi (bukan agency) bernama BINTANG TERPADU INDONESIA (BTI ENTERPRISE) yang dipersiapkan untuk mempromokan dan menyalurkan lulusan AKSINEAS agar bisa unjuk kebolehan di depan kamera dan kerja dalam produksi film/sinetron. Dengan demikian, AKSINEAS jelas unggul, tidak hanya berpikir mendidik tetapi setelah selesai DIKLAT, ikut mencarikan jalan penyalurannya.

AKTING hanyalah langkah awal AKSINEAS sebelum merambah ke bidang pendidikan calon SINEAS (sutradara, kameraman, editor, skenario dan manajemen produksi). Insya Allah, tahun depan, bagi calon aktor dan sineas serius dan ingin meraih gelar resmi di bidang ilmu yang dipelajarinya, AKSINEAS akan menjadi AKADEMI yang membuka kelas pendidikan setingkat Diploma I, II dan III. Do’akan aja!

Terebosan awal Aksineas untuk mencukupi kebutuhan pemain sekarang ini, adalah mempersingkat waktu ajar mengajar dengan system DIKLAT (13 x 3 JAM/sesi dalam 10 hari) dan system REGULER (26 x 3 JAM/ sesi dalam 1,5 bulan) Dengan demikian, seorang calon aktor, kalau hanya ingin menguasai dasar acting, memiliki dana terbatas dan tidak sabar untuk menggeluti profesi sebagai pemain film/sinetron, ia tidaklah wajib mengikuti pendidikan sampai 3-6 bulan bahkan 3 tahun dengan biaya puluhan juta rupiah, AKSINEAS telah memadatkan pelajaran dalam format 33 dan 66 jam dengan biaya cukup terjangkau ( Rp. 1,6 juta untuk program Diklat dan Rp. 2,6 juta untuk program Reguler) JELAS TEPAT WAKTU, HEMAT & TEPAT SASARAN. “Kalau bisa menembak merparti dengan katapel, kenapa harus menggunakan meriam?”Nah, kalau AKSINEAS adalah tempat yang tepat bagi anda untuk serius terjun ke dunia seni peran, TUNGGU APA LAGI Cing?

benneraksiflash.gif

SKENARIO


DIKLAT PENULISAN
SKENARIO FILM


Mulai medio Agustus 2010,
AKSINEAS
akan melaksanakan Pendidikan
 & Latihan penulisan
skenario film & Sinetron,
13 x 3 jam pelajaran
  dengan tutor terdiri
dari penulis skenario
senior, antara lain :


ARMANTONO,
KARDY SYAID,
WAHYU HS,
PATRICK DEVO,
ELIZABET LUTTERS
ARIS NUGRAHA
JEREMIAS NYANGOEN
 

Biaya Rp. 2,5 juta
(diskon Rp.300 rb selama Promo Merdeka)
Bagi yang berminat,
harap menghubungi Studio

 AKSINEAS
Tilp. 33008567, 36536533,84976035,

TRANSFER BIAYA DIKLAT

TRANSFER BIAYA DIKLAT




No.Acc.4123003767
PT.SUAKA KREASINEMA

PENGUNJUNG KE

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday33
mod_vvisit_counterYesterday72
mod_vvisit_counterThis week261
mod_vvisit_counterThis month2539
mod_vvisit_counterAll55709


Active Image

Active 
Image