|
 |
 |
 |
| |
|
PENGUNJUNG KE |
 | All | 17365 |
|
|
|
| |
|
PROMO BMW |
TERAPI MAGNETIK BMW
SEHAT, INDAH, MAKMUR!
Ingin sehat dengan
terapi mudah dan murah?
Ingin dapat penghasilan
pasif jutaan rupiah
setiap bulan atau bisa 4,5 Milyar per tahun?
Bergabunglah dengan
keluarga terapi magnetik
BIO MAG WORLD
(B M W )
TERAPI PENYEMBUHAN
IMPOR ASLI AMERIKA
DGN MAGNET 3000 GAUSS
Rheumatik, Asam Urat,
Migrain, Darah Tinggi,
Sakit Jantung, Diabetes,
Vertigo, Insomania,
Ostheoporosis,Stress,
DLL.
JOINT US BEFORE
YOU ARE LATE!!
HUB:
08129086288
021-84973512
021-33008567
www.terapimagnetik.com
|
|
KALENDER |
 |
November 2008 |
 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
| |
|
SELAMAT DATANG DI AKSINEAS |
 SEKOLAH AKTING FILM DENGAN 5 TEROBOSAN AKSINEAS diprakarsai & didirikan bulan April 2007 oleh Kardy Syaid (alumni Fakultas Film & TV Institut Kesenian jakarta/IKJ Angkatan 1984 dan sutradara/Penulis Skenario/Pimpinan Produksi & Produser, sejak 1992), untuk mengantisipasi minimnya pemain film/sinetron yang punya dasar AKTING dan siap pakai.
Banyak pemain yang memberanikan diri melamar atau ikut casting ke berbagai PH hanya dimodali tampang ganteng atau wajah cantik tanpa “skill” dan “basic acting” yg memadai atau hanya bermodalkan keberanian atau “bonek”. Akibatnya, banyak sutradara, asisten sutradara ataupun Pimpinan Produksi yang mengeluh disuguhi pemain yang rada “bodoh” dan buta ilmu akting. Buktinya dapat dilihat, pemain “bonek” tersebut hanya satu atau dua kali saja tampil, setelah itu hilang tak tahu rimbanya.
Banyak juga calon pemain yang rela membeli peran kepada “calo akting” yang banyak berkeliaran dimana-mana, mencari nafkah dengan cara tercela, tipu sana-tipu sini. Mereka rela membeli peran dengan nilai jutaan bahkan puluhan juta, agar bisa akting di depan kamera. Pemain pro harus mendapat “upah” dari hasil keringatnya, bukan harus membayar. Sangat disayangkan, calon pemain seperti itu hanya ingin “ngetop” dengan mental “karbitan” tanpa mau bersusah payah dengan mempersiapkan diri dengan ilmu akting yang cukup. Akting bukanlah sekedar hobi, tetapi adalah salah satu cabang kesenian yang bernilai “keilmuan” & "Keprofesionalan", seperti layaknya profesi dokter, insinyur, IT, guru, tentara dan sebagainya.  Irwan Siregar, H.Febriyono & Kardy Syaid 3 dari 15 Sutradara Pengajar Pemain yang tidak punya bekal atau dasar ilmu akting, biasanya akan cepat dibuang karena mempersulit lancarnya produksi dan membuat biaya produksi membengkak karena “lelet atau telmi” sehingga sutradara harus melakukan “retake” berkali-kali. Satu hari shooting yang seyogianya bisa menyelesaikan 8 halaman skenario (rata-rata 7-8 scene), tidak bisa dipenuhi, karena pemain tidak siap menghayati dan memainkan skenario secara benar dan sempurna. Banyak sekolah/kursus/diklat akting di Jakarta atau dikota-kota besar Indonesia, hanya sekedar cari duit, yang pengajarnya yang biasanya satu atau dua orang saja dan tidak dibekali ilmu akting memadai, baik secara “akademis” ataupun “pengalaman sebagai sutradara film/sinetron”. Mereka tidak memahami kebutuhan seorang pemain film/sinetron, bagaimana seorang calon pemain dipersiapkan ketika ingin AKTING di depan kamera film. Mereka mengajarkan akting kepada orang hanya untuk cari makan, bukan karena “idealisme”
AKSINEAS ingin menyiapkan bibit unggul dalam bidang “ke-aktoran film” dengan membuat terobosan dalam menyiapkan calon aktor film yang memang dididik untuk akting di depan kamera “AKTING FOR CAMERA”, bukan “Acting for Stage.” Tidak tanggung-tanggung, AKSINEAS mengerahkan 22 orang sutradara film/sinetron,90% lulusan INSTITUT KESENIAN JAKARTA (IKJ) yang telah berpengalaman belasan bahkan puluhan tahun menangani film atau sinetron. Setiap sutradara, ditugasi Aksineas mengajari satu cabang ilmu yang diperlukan oleh seorang calon pemain. Mereka adalah:
Nurhadie Irawan, Frans Toto, Irwan Siregar, Aris Nugraha, Nurul M.Berry, Jeremias Nyangoen, Viktor Hermanto, Kardy Syaid, AS.Atmadi, Jajang C.Noer, Eko Darwawan, Iwan Burnani Toni, Janaim Rachmat, dll.

Sutradara Viktor Hermanto, sedang memberi diklat akting di Aksineas
Saat ini, secara prinsip mereka sudah siap, tinggal mengatur waktu, akan tampil sederetan sutradara handal lainnya untuk membagikan ilmu mereka kepada siswa-siswi AKSINEAS, antara lain: RUDY SUDJARWO, ENISON SINARO, EMIL G.HAMPP, SURYA & SAPUTRA LAWU.
Aktor & Sutradatra senior, seperti : SLAMET RAHARDJO & EL MANIK, Akan tampil secara priodik sebagai Pengajar tamu.
Setiap angkatan pendidikan, AKSINEAS mengemas 13 mata pelajaran dengan kualitas “akademi”, yang diperlukan oleh seorang calon aktor, antara lain: olah tubuh, olah vokal, komposisi, blocking, imajinasi, Konsentrasi, teknik dasar akting, movement, improvisasi, pengetahuan sinematografi, teknik dasar akting, teknik audisi & casting, aksi & reaksi, analisa skenario & karakter,tata rias, kostum, pengadeganan dan praktek shooting.
Kami yakin, belum ada sekolah akting yang mengerahkan sutradara pengajar sebanyak di AKSINEAS. Siswa diberikan materi pelajara praktis, efektif dan begitu lengkap. Dengan bertatap muka dengan belasan sutradara yang juga masih aktif berproduksi di berbagai PH, merupakan kelebihan lain AKSINEAS.
Sebagian Siswa Aksineas berfoto bersama dgn 3 Sutradara Pengajar, Irwan Siregar, H.Febriyono dan Kardy Syaid
Dengan demikian, para siswa berkesempatan berkenalan langsung dengan sutradara atau boleh dikatakan “casting sambil belajar”. Artinya, jalan pekerjaan (jembatan network) setelah selesai mengikuti pendidikan kilat, akan lebih mudah.
Di samping itu, AKSINEAS didirikan oleh PT. SUAKA KREASINEMA, sebuah PH yang eksis sejak 1992. Bagi lulusan AKSINEAS, juga disediakan wadah koperasi (bukan artist agency biasa) bernama BINTANG TERPADU INDONESIA (BTI ENTERPRISE) yang dipersiapkan untuk mempromokan dan menyalurkan lulusan AKSINEAS agar bisa unjuk kebolehan di depan kamera dan kerja dalam produksi film/sinetron.
Dengan demikian, AKSINEAS jelas unggul, tidak hanya berpikir mendidik tetapi setelah selesai DIKLAT, ikut mencarikan jalan penyalurannya.
AKTING hanyalah langkah awal AKSINEAS sebelum merambah ke bidang pendidikan calon SINEAS (sutradara, kameraman, editor, skenario dan manajemen produksi). Insya Allah, tahun depan, bagi calon aktor dan sineas serius dan ingin meraih gelar resmi di bidang ilmu yang dipelajarinya, AKSINEAS akan menjadi AKADEMI yang membuka kelas pendidikan setingkat Diploma I, II dan III. Do’akan aja!
Terebosan awal Aksineas untuk mencukupi kebutuhan pemain sekarang ini, adalah mempersingkat waktu ajar mengajar dengan system DIKLAT (13 x 3 JAM/sesi dalam waktu 3 minggu) dan system REGULER (23 x 3 JAM/ sesi dalam 2 bulan) Dengan demikian, seorang calon aktor, kalau hanya ingin menguasai dasar akting, memiliki dana terbatas dan tidak sabar untuk menggeluti profesi sebagai pemain film/sinetron, ia tidaklah wajib mengikuti pendidikan sampai 3-6 bulan bahkan 3 tahun dengan biaya puluhan juta rupiah, AKSINEAS telah memadatkan pelajaran dalam format Diklat (39 jam) dan Reguler (66 jam) dengan biaya cukup terjangkau ( Rp. 1,8 juta untuk program Diklat dan Rp. 2,8 juta untuk program Reguler) JELAS TEPAT WAKTU, HEMAT & TEPAT SASARAN.
“Kalau bisa menembak merparti dengan katapel, kenapa harus menggunakan meriam?”
Nah, kalau AKSINEAS adalah tempat yang tepat dan satu-satunya bagi anda untuk serius terjun ke dunia seni peran, TUNGGU APA LAGI, Cing? KAMI ADALAH PIONER, SATU-SATUNYA DI INDONESIA !!! -

-
-
Aktor senior/Sutradara: Slamet Rahardjo, salah seorang Pengajar AKSINEAS, berpose dengan beberapa siswa AKSINEAS ELKIE KWEE (kiri) Alumni AKSINEAS, sebagai pemeran pembantu utama sinetron seri 29 episode LAKSAMANA CHENG HO produksi PT. Yupiter Film  |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
| |
|
|
| |
 |
|
|